Sopo Na Metmet, Kesejukan Baru untuk Anak-Anak Siantar

Relawan dengan media belajar yang unik. Foto: dokumentasi Sopo na Metmet.

Nama saya Afriani Sinaga, lulusan FKIP dengan Program Studi Pendidikan Matematika. Saat ini berkegiatan di salah satu rumah belajar yang kami namakan Sopo Na Metmet. Rumah belajar ini telah ada sejak November 2010.

Rumah belajar Sopo Na Metmet terletak di Desa Sukamulia, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematang Siantar. Pemilihan lokasi tersebut berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kota Pematang Siantar. Karenanya jelas bahwa mayoritas pekerjaan masyarakat di sana sebagai pemulung dan tukang sapu jalanan.

Alasan Sopo Na Metmet berdiri di desa tersebut karena sebagian orang tua masih belum memahami makna penting pendidikan. Pendidikan belum menjadi prioritas utama bagi mereka. Tapi kehadiran Sopo Na Metmet memberikan kesejukan baru untuk anak-anak di sana.

“Hal yang sangat saya syukuri ketika mengajar anak-anak di sana adalah  saya belajar hidup dari mereka.  Sekalipun hidup secara ekonomi sulit tapi mereka tetap tersenyum bahagia,”

Antusias anak-anak menjadi salah satu penyemangatku untuk terus berjuang di rumah belajar ini. Karena itu kegiatan kami di rumah belajar ini sangat aktif.

Hal ini terbukti dari kegiatan belajar yang dilakukan setiap harinya dengan dua sesi yaitu pukul 14.00 sampai 15.30 WIB dan 15.30 sampai 17.00 WIB. Anak-anak yang bergabung dengan jumlah sekitar 50 anak pun dibagi dalam dua bagian. Pertama Prasekolah dan TK diajarkan membaca dan berhitung, sedangkan SD sampai SMA untuk pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.

735089_1059785337416784_4131693491919149071_n
Ekperimen membuat pesawat yang menyenangkan. Foto: dokumentasi Sopo na Metmet.
10922829_778190072261128_4650752464352897739_n
Tetap semangat bersama kakak-kakak relawan. Foto: dokumentasi Sopo na Metmet.

Pendidikan merupakan pondasi dari kehidupan. Menurut saya, pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah tetapi juga di rumah, serta di lingkungan masyarakat. Pendidikan paling dasar dan sangat penting terjadi di keluarga. Jadi, pada dasarnya peran ayah dan ibu sangat besar pada anak. Tapi faktanya, masih ada orang tua yang belum melakukan tanggung jawab tersebut dengan baik.

“Karenanya saya bersemangat melayani mereka melalui mengajar.”

Apalagi  menurut Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Hal ini berguna agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan serta keterampilan.

ruang-belajar
Kelas Idaman Sopo na Metmet. Foto: dokumentasi Sopo na Metmet.
aktivitas-kelas-inspirasi-dengan-mendatangkan-dokter-pasca-tamba
Kelas Inspirasi bersama Ibu dokter.. Foto: dokumentasi Sopo na Metmet.

Sikap dan karakter tersebut sangat dibutuhkan anak-anak untuk masa depan mereka, untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu saya menganggap penting sekali pendidikan bagi anak-anak tanpa membedakan dari mana mereka berasal.

Karenanya bersama teman-teman penggerak, kami pun merumuskan apa yang menjadi tujuan dari rumah belajar ini. Banyak hal ternyata yang menjadi perhatian kami. Di antaranya mendorong peningkatan minat belajar anak, membuka wawasan pentingnya penguasaan ilmu, dan mendorong anak-anak agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Tak lupa, karena berada di kawasan TPA, kami juga ingin membina mental anak-anak agar mempunyai kualitas mental dan intelektual yang baik meskipun berasal dari keluarga pemulung.

Harapan saya rumah belajar Sopo Na Metmet menjadi salah satu tempat bagi anak-anak di sekitar TPA Pematang Siantar agar terus berjuang untuk pendidikan mereka.

“Dengan berbagi kepada mereka, saya juga belajar untuk lebih peduli dengan sesama dengan bertindak nyata.”

Yok bagikan!

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?