Semua Tempat adalah Sekolah, Semua Orang itu Guru

Jiwa merantau dimilikinya sejak kecil. Hal ini membuatnya terbiasa hidup mandiri dan belajar untuk mengelola makanannya sendiri. “Jadi aku terbiasa masak dari kecil.” Karena itu hidupnya pun tak jauh dari memasak dan makanan. Baginya memasak itu bukan sebagai hobi, tapi soal kebiasaan. Bahkan menurut pria yang menyukai seni tato ini, masakan Indonesia tidak akan berkembang bila tanpa inovasi. “Makanan itu harus terus dieksplorasi,” ujar pria yang tidak begitu menyukai dunia sekolah formal.

“Bagiku, semua tempat adalah sekolah dan semua orang itu guru,” katanya lantang.

Dengan tangan yang sibuk menyediakan kudapan untuk acara Sukaria Kembang Api—musikalisasi dan pembacaan puisi sahabatnya, Gratiagusti Chananya Rompas di Pav. 28—dia menjawab pertanyaan KeDe Sumut. Sesekali diiringin tawa atau mengerutkan kening sejenak untuk berpikir. Tak lupa dia menawarkan makanan yang sedang diraciknya bersama chef Jon Priadi Barajo. “Silakan, gimana rasanya?” kata dia.

Berikut petikan hasil wawancara Odelia Sinaga dengan Rahung Nasution di Pav. 28, salah satu kafe di Jalan Petogogan Jakarta, Jumat, 4 November 2016.

Profesi Anda sebenarnya chef atau …

Bukan, aku bukan chef. Kalau chef itu setidaknya memiliki pendidikan formal dan memiliki kekhasannya sendiri dalam mencipta hidangannya. Kalau aku gak pernah belajar di akademi kuliner. Aku sarjana pun bukan. Aku belajar secara otodidak saja dari kebiasaan yang diajarkan Emak dan pergi ke daerah-daerah untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara yang beragam dan belajar dari emak-emak lainnya.

Kalau bukan chef, berarti profesi Anda apa?

Ya bolehlah kalau dibilang pembuat video dokumenter. Dokumenter yang terakhir kami produksi “Pulau Buru Tanah Air Beta”.

Jadi antara masak dan membuat film dokumenter, mana yang paling disukai?

Kalau masak itu aku suka karena kebiasaan. Dari kecil aku merantau, terbiasa masak. Jadi bedalah kalau disuruh milih antara masak dan membuat film. Kadang aku masak juga kalau kangen sama masakan ibuku. Kalau kangen, masak aku. Aku juga ingin berbagi masakan-masakan ibuku dengan teman-temanku yang lain. Ya masaklah aku. Bisa juga karena sedang ingin makan masakan Manado, ya aku juga memasak.

Berarti Anda bisa meracik bumbu dan mengerti bahan makanan dari mana? Kan tidak pernah belajar di akademi kuliner?

Aku itu suka jalan ke daerah-daerah. Aku selalu menyempatkan diri untuk mencoba makanan khas daerah itu. Aku juga suka belajar masakan itu sama ibu-ibu di sana. Tapi bukan berarti kalau aku ke daerah pasti mau cari tau tentang masakan. Kadang ada kerjaan lain, seperti ngisi acara, riset untuk bikin film dokumenter. Nah kalau ada waktu luang kusempatkan untuk cari tahu makanan khas daerah itu.

Yok bagikan!
Odelia Sinaga
About Odelia Sinaga 3 Articles
Odelia Sinaga lahir di Medan dan besar di Balige, Sumatera Utara. Merantau ke Jawa untuk mengejar mimpinya menjadi jurnalis. Pernah bertualang ke Sangihe dan menoreh sejarah di Tempo. Kini sedang bersiap untuk melangkah lebih jauh.

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?