Mencari Berkat di Tano Humbang

Selamat datang di Humbahas! Sumber foto: dokumentasi Humbang Hasundutan.

“Arga Do Bona Ni Pinasa, Di Akka Na Burju Marroha. Sai Ingot Ma Mulak Tu Huta, Mulak Tu Bona Ni Pinasa.”

Tanah kelahiran adalah sesuatu yang sangat berharga, bagi mereka yang berhati mulia. Tetaplah ingat untuk pulang, pulang ke tanah kelahiran. Petikan lagu Argado Bona Ni Pinasa karya Romulus Tobing itu menjadi inspirasi beberapa mahasiswa perantauan asal Humbang Hasundutan.

Taman Bacaan Ramoti Humbang Hasundutan atau TB Ramoti Humbahas berdiri atas keinginan terwujudnya sebuah usaha yang terberkati, seperti namanya: Ramoti. Gerakan ini berawal dari niat sederhana, memberi pelajaran tambahan secara gratis bagi anak-anak di Desa Purba Toruan, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Taman baca ini diinisiasi oleh Roger R.H. Purba, seorang mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Sumatera Utara. Awalnya, Roger hanya ingin memberi pelajaran tambahan bagi siswa tingkat SMA selama liburan kuliah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial. Namun, tanpa diduga kegiatan tersebut juga menarik perhatian anak-anak Sekolah Dasar, bahkan prasekolah. Melihat antusiasme itu, Roger pun berniat memberikan pelajaran tambahan bagi mereka.

ramoti-9

Cukup beralas tikar, mereka memupuk cita-citanya. Sumber foto: dokumentasi Ramoti.

Rencana tersebut kemudian disampaikan kepada warga Desa Lumban Toruan, baik melalui gereja maupun mendatangi para orang tua dari rumah ke rumah. Mendapat sambutan baik, Roger bersama enam orang temannya, mahasiswa-mahasiswa asal Humbahas, mulai menyusun konsep dan jadwal kegiatan TB Ramoti Humbahas. Sembari menjalankan aktivitas kuliah di Medan, kegiatan operasional mereka sehari-hari dibantu oleh para siswa SMA binaan Roger. Pada 26 April 2016, TB Ramoti akhirnya resmi dibuka.

Tak hanya kemampuan kognitif, para pemuda ini juga berusaha mengembangkan daya kreasi anak-anak dengan mengembangkan jiwa filantropi, cinta lingkungan, dan pengenalan nilai-nilai kehidupan. Metode penyampaian materinya dikemas dengan cara yang menarik agar anak-anak lebih mudah memahami. Baik melalui nyanyian, permainan, pembacaan cerita, hingga pemutaran film inspiratif.

Relawan Ramoti Humbahas bersama anak-anak. Sumber foto: dokumentasi Ramoti.
Relawan Ramoti Humbahas bersama anak-anak. Sumber foto: dokumentasi Ramoti.

Hingga saat ini TB Ramoti Humbahas masih menumpang di salah satu rumah warga desa. Sebuah rumah yang mereka pun tak tahu sampai kapan dapat mereka manfaatkan. Meski sewaktu-waktu “izin tinggal” dapat saja dicabut, namun kekhawatiran itu tidak pernah jadi halangan berkarya. Para penggerak itu, Roger, Haryati, Albert, Nathalia, Mandro, Putri, dan Tessa justru makin terpacu menjadikan Ramoti sebagai alternatif pendidikan tambahan di Humbahas.

Mereka ingin tiap kecamatan di Humbahas memiliki taman baca. Rencana jangka panjang ini akan dimulai dengan mencari penggerak-penggerak lokal di tiap kecamatan. Mereka optimis kekuatan pemuda bisa memulai berbagai perubahan.

Beberapa orang tua kini sesekali mengunjungi taman baca. Mereka mengantar anaknya sambil berinteraksi dengan para pengurus Ramoti. Sebuah pertanda positif bagi tumbuhnya budaya literasi di Humbahas. Roger dan kawan-kawan berharap kesempatan untuk membangun kampung halaman ini bisa benar-benar mereka manfaatkan, demi masa depan Tano Humbang.

Editor: Khairil Hanan Lubis

Yok bagikan!
Irma Sihite
About Irma Sihite 2 Articles
Mengaku bahwa dirinya telah diwakafkan untuk Negara sebab telah menjadi siswa negeri mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan akhirnya bekerja pun sebagai pegawai negeri. Ia penikmat buku dan kopi, khususnya arabika lintong yang dikirim langsung dari tanah kelahirannya Dolok Sanggul.

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?