Jabu Sihol, Tempat Singgah Senyaman Rumah

 

“Karena dengan berbagi, kita tidak akan pernah rugi,” – Daniel Ompusunggu, Pemilik Jabu Sihol

Rumah bercat putih itu  tidak terlalu luas. Di dalamnya terdapat dua kamar tidur, dua kamar mandi,  ruang tamu, dapur, ruang makan, dan garasi. Tidak ada yang aneh dengan rumah tersebut layaknya rumah-rumah lainnya. Tapi ternyata rumah ini bukan sekadar rumah biasa. Siapa saja boleh singgah untuk sekadar bercerita, bersantai, bahkan sampai menginap.

Begitu memasuki ruang tamu akan terlihat rak buruk dengan ukuran cukup besar. Di sekitar rak tersebut, terpajang juga beberapa foto yang menampilkan indahnya alam dari beberapa daerah wisata di Indonesia. Uniknya di atas rak buku tersebut terdapat tulisan hias bertuliskan “Jabu Sihol.” Jabu Sihol, dua kata dalam Bahasa Batak Toba yang dapat diartikan rumah rindu.  Tulisan itulah yang menjadi nama dari rumah tersebut, Jabu Sihol.

“Jabu Sihol dapat menjadi tempat nyaman, senyaman berada di rumah ketika rindu mulai melanda,” ujar Daniel Ompusunggu pemilik Jabu Sihol.

Jabu Sihol menjadi rumah singgah pertama yang ada di Pematang Siantar. Terletak di Eva Residence nomor 45 Siantar dan telah menjadi rumah singgah sejak pertengahan Juli 2016. “Sampai saat ini telah sekitar 50 orang yang datang singgah dan menginap,” kata dia.

Awal mula menjadikan rumahnya sebagai rumah singgah adalah karena senang melihat orang senang. Menurut Daniel ketika melihat orang yang dijamu senang maka secara otomatis mereka akan mendoakan sehat, panjang umur, dan murah rezeki bagi yang telah menjamunya. “Hanya itu saja dan juga ada kesenangan tersendiri bertemu orang baru dan bisa explore wisata bersama,” ujar dia.

Itu hanya salah  satu alasan sederhana yang membuat Daniel berani membuka pintu rumahnya untuk mereka yang akan membutuhkan penginapan, khususnya bagi para petualang di jalan.

Para petualang di jalan, merekalah yang menjadi target untuk dapat singgah sampai menginap di Jabu Sihol. Merekalah dikategorikan sebagai jiwa-jiwa muda yang gemar menjelajah alam Indonesia. Bagi mereka rumah singgah ini dibuat untuk menginap gratis yang akan membantu memperkecil pengeluaran. “Saya juga suka travelling jadi tau bagaimana rasanya jiwa suka jalan tapi di satu sisi harus memanage pengeluaran dengan baik,” ujar pemilik dari www.marijelajahindonesiaku.com

Selain itu dengan singgah atau menginap dapat digunakan untuk mencari teman jalan bersama menjelajah keindahan alam, khususnya Danau Toba. Terbukti dari 50 para pertualang tersebut, dapat dikatakan sebagian besar memilih bersama-sama dengan Daniel menjelajah Danau Toba. Sebut saja keliling Pulau Samosir, Parapat, Huta Ginjang, Balige, Tarutung, dan pastinya berkeliling Siantar sekadar meminum kopi atau menyantap pangsit Siantar.

jabu-sihol
Keceriaan para pengunjung Jabu Sihol. Sumber foto: Dokumentasi Jabu Sihol.

Bahkan kegiatan jalan-jalan mereka pun tak sekadar hanya memanjakan mata dengan alam Danau Toba. “Kadang saya bawa mereka untuk wisata edukasi,” ujar dia. Wisata edukasi dengan membawa para petualang jalan tersebut ke rumah belajar di Samosir. Contohnya Rumah Belajar Sianjur Mula Mula.  “Saya juga ingin ajarkan mereka untuk berbagi pengalaman dengan anak-anak,” kata dia. Reaksi mereka? Sangat antusias karena diajak langsung melihat para penggerak daerah di Samosir yang peduli dan mau berjuang untuk anak-anak.

Sebenarnya menginap di Jabu Sihol tak sekadar gratis. Gratis dikatakan karena Daniel sama sekali tidak meminta uang dari yang menginap. “Ada syaratnya dan sangat mudah,” ujar Daniel yang masa kecilnya dihabiskan di Pulau Samosir.

Mereka yang tertarik untuk singgah dan menginap harus membawa buku jenis apa saja. Minimal satu orang membawa dua buku atau bahkan lebih.

Buku-buku tersebut nantinya akan disimpan di rak buku besar yang telah disediakan. Nantinya buku ini akan disumbangkan untuk perpustakaan Sekolah Dasar di sekitar Sumut bila membutuhkan, direncanakan juga akan diberikan ke rumah baca yang telah banyak berdiri. Selain itu akan tetap dikoleksi di Jabu Sihol. Karena nantinya tidak hanya sebagai rumah singgah tapi direncanakan sebagai rumah baca.

Ternyata Jabu Sihol juga didirikan sebagai tempat berbagi pengalaman antarmereka, para petualang di jalan dan anak muda di Siantar yang ingin saling berbagi pengalaman. Kegiatan lainnya beberapa kali mengadakan kelas motivasi ke sekolah-sekolah. “Saya hubungi mereka  untuk membagikan pengalamannya,” kata dia. Hasilnya? Antusias tidak hanya dari para petualang yang diberikan kepercayaan untuk berbagi tapi juga anak sekolah yang dapat menambah prespektif pengalaman mereka.

“Kadang saya bawa juga mereka ke komunitas yang ada di Siantar,” ujar pria tiga bersaudara ini. Tujuannya agar mereka saling mengenal dan mungkin dapat saling bersinergi untuk melakukan hal positif lainnya.

Harapan Daniel semoga semakin banyak orang, khususnya para petualang di jalan yang mengenal Jabu Sihol. Sehingga mereka boleh singgah, saling berkenalan, berbagi pengalaman sampai menginap dengan nyaman, senang, dan bahagia. “Karena saya senang melihat orang senang,” kata dia.

Yok bagikan!

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?