Generasi Cerdas dan Berbudi Luhur

Seorang relawan sedang mengajarkan origami kepada adik-adik taman baca. Sumber foto: Dokumentasi Yayasan Cinta Baca.

 “Nah, jadi Harimau buas dikalahkan oleh Kancil yang cerdik, kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan,ujar Nince Rere tersenyum sekaligus menutup sesi dongeng Jumat sore.

Mendongeng setiap jumat sore dilakoni oleh Nince Rere sebagai relawan di Yayasan Cinta Baca (YCB) Sumatera Utara. Menjadi relawan di yayasan ini telah dilakukan selama setahun oleh Rere dan teman-temannya. Aktivitas yang biasa dilakoninya untuk menularkan minat baca kepada anak-anak di wilayah urban kota Medan adalah mendongeng. Mendongeng menjadi satu dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh YCB Sumatera Utara.

Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan indeks minat baca terendah di Asia. UNESCO mencatat indeks minat baca Indonesia berada pada angka 0,001. Artinya dari 1000 orang yang bisa membaca hanya ada satu orang yang memiliki minat baca. Secara langsung ini berpengaruh pada pembangunan manusianya, United Nation (UN) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada diperingkat 112 dari 177 negara di seluruh dunia (2007).

Berdasarkan fakta tersebut maka lahirlah YCB di Indonesia. Menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang telah terdidik, Cinta Baca menangkap beban di atas dan menyadari visi mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas manusianya. Dimulai dengan meningkatkan minat baca melalui penyediaan sarana perpustakaan atau taman bacaan berbasis swadaya masyarakat (Community Learning Centre) dan menyelaraskan dengan penyediaan pendidikan non-formal.

YCB Sumatera Utara hadir di Medan sejak 2009. Beralamat di perumahan Bumi Seroja Permai Blok A8-A9 Jalan Raya Sunggal dengan menempati dua ruko bertingkat tiga. Gedung ini menjadi pusat aktivitas YCB Sumatera Utara sekaligus menjadi perpustakaan utama. Koleksi buku YCB lebih dari 7000 buku dan telah memiliki seratus anggota baik anak-anak maupun dewasa. Perpustakaan ini dijalankan oleh dua staf YCB.

4
Membuat kostum anak. Sumber foto: dokumentasi YCB.

Aktivitas sehari-hari di perpustakaan Kota adalah  membuka ruang baca bagi masyarakat sekitar dengan waktu operasional dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.  Kemudian kegiatan dongeng anak dilakukan rutin setiap Jumat  pukul 14.00 WIB  yang dibawakan oleh staf ataupun volunter. YCB  Medan juga melakukan perlombaan-perlombaan kreativitas  anak seperti lomba menggambar dan menulis kepada sekolah-sekolah TK yang berada di sekitar lokasi YCB. Pada hari pendidikan nasional, YCB Sumatera Utara juga melakukan perlombaan melukis dan seminar pendidikan anak kepada orang tua.

Kerja keras dari YCB Sumatera Utara ternyata membuahkan hasil. Pada 2013 YCB meraih juara satu kompetisi perpustakaan atau TBM dari Badan perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Saat  ini YCB Sumatera Utara memiliki 24 perpustakaan mini (Pos Baca) yang dikelola swadaya oleh masyarakat. Perpustakaan tersebut tersebar di empat kabupaten mulai dari Simalungun, Serdang Bedagai, Deli Serdang, hingga Aceh Tamiang. Selain itu ada lagi satu perpustakaan pusat di Kota Medan sebagai sumber utama sirkulasi buku dan program.

1
Interaksi relawan dan anak. Sumber foto: dokumentasi YCB.

Menumbuhkan Minat Baca, Mencerdaskan Bangsa

Ada banyak cara untuk menumbuhkan minat baca. YCB pun melihat banyak ruang yang dapat dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat dan volunteernya. Sepanjang 2016 YBC melakukan banyak program untuk meningkatkan kapasitas relawan maupun kemampuan membaca anak-anak yang menikmati layanan perpustakaan Cinta Baca.

Apa saja yang dilakukan oleh YBC?

Di antaranya, adanya automasi perpustakaan. Tujuannya meningkatkan layanan kepada pengunjung agar proses pencarian buku di rak mudah, proses peminjaman, dan pengembalian buku tersistem. Selain itu kenyamanan lainnya adalah database buku dapat dikontrol dengan baik, daftar pengunjung perpustakaan dapat dipantau via online, dan manajemen anggota perpustakaan yang baik. Menggunakan sofware Slims, automasi perpustakaan di Cinta Baca berjalan semakin baik. Bahkan katalog Cinta Baca sudah bisa diakses daring di www.library.cintabaca.org/sumut. Implementasinya sudah mulai diterapkan pada Januari 2016.

Selain itu, YCB juga mengapresiasi mereka yang sunguh-sungguh ingin bergabung. Terlihat adanya wisuda peserta program Kejar Cerdas Pos Baca Purwodadi Sunggal yang diikuti tujuh ibu dan tujuh anak. Kemudian adanya program Kejar Baca untuk operator Pos Baca yang diikuti oleh 9 peserta. Pelatihan bertujuan melatih pengelola Pos Baca tentang mendongeng, apa pentingnya mendongeng, dan bagaimana mendongeng yang baik untuk anak-anak.

 

“Aku rela di penjara asalkan bersama buku karena dengan buku aku bebas,”             

Mohammad Hatta                       

Yok bagikan!

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?