Ayo kita #DukungAksara

Ayo bergabung bersama kami!

 

Apakah kita pernah mendengar teori nyamuk dalam selimut? Kalau belum pernah, mungkin sebagian dari kita sudah merasakan. Sekalipun kecil dan hampir kasat mata, efek nyamuk itu duh sungguh menggangu. Badan gesit lincah terlatih sabuk hitam pun tidak segampang itu melumpuhkan atraksi nyamuk itu. Tentu semakin tidak terbayang kalau satu saja berdampak seperti itu, apalagi di ruangan penuh nyamuk.

Filosofi sederhana ini menjadi menarik jika kita aplikasikan dalam dinamika masyarakat saat ini. Di Indonesia keluhan dan berbagai masalah sosial menjadi hal luhur yang membaur dalam kehidupan sehari-hari. Keluhan mengenai macet, sekolah rusak, korupsi, pajak gelap, atau pelecehan hak semuanya berseliweran dan mudah disaksikan.

Kabar baiknya atau kerennya, inisiatif dan aksi sosial semakin menjamur. Banyak barisan yang menamakan diri relawan ikut terlibat langsung menjawab dan jadi solusi terhadap berbagai masalah tersebut.

Bukan hanya di kota besar saja, bung. Daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk omongan media, ternyata sudah banyak aksi mandiri. Di Sumatera Utara, KeDe Sumut menemukan tindakan konkret di daerah seperti di Desa Huta Balian, Desa Adinangka, dan Pematang Siantar. Mereka mendirikan pondok belajar, lembaga pendidikan karakter, taman baca dan aksi positif lainnya.

Di Indonesia tantangan literasi kita sangat tinggi. Menurut data UNESCO, hanya satu dari 1000 orang Indonesia yang membaca buku. Kualitas literasi kita juga di urutan kedua terakhir di antara negara-negara di dunia. Kita bisa memperpanjang data kritis ini lalu duduk terhenyak. Tapi, adakah pilihan langkah yang lebih baik?

peta-pergerakan_kede

Meski satu di antara ratusan atau ribuan masalah, gerakan taman baca di beberapa daerah Sumatera Utara ini terus merintis jalannya. Meskipun memulai dengan langkah kecil, para penggerak ini menjadi pelita bagi sekitarnya. Menyambut langkah nyata para perintis di daerah, KeDe Sumut, yang didukung oleh anak muda bersemangat, ikut iuran dukungan.

Kami menjadi wadah untuk gerakan positif di Sumatera Utara dan mendukung literasi Indonesia lewat AKSARA: Aksi Baca Sumatera Utara.

Dari hasil komunikasi dengan teman-teman penggerak di daerah, ternyata sepuluh taman baca dan pusat belajar ini memerlukan dukungan buku- buku  edukatif. Gerakan #DukungAksara akan menggalang buku-buku edukatif. Area penggalangan buku akan diutamakan di Medan, Jabodetabek dan Bandung. Bentuk penggalangan buku akan bervariasi seperti lewat event yang akan dilakukan di taman atau pusat aktivitas masyarakat. Buku-buku yang diterima juga akan melalui proses sortir dan pengemasan untuk kemudian disalurkan di daerah.

Kami mengajak kawan-kawan untuk ikut serta membagikan waktu, semangat, ide, dan aksi kerennya untuk mendukung para penggerak di Sumatera Utara. Domisili relawan tidak terpaku hanya di sekitar Sumut, namun juga terbuka bagi teman-teman di daerah Jabodetabek dan Bandung.

Ada 3 pos kegiatan yang masih butuh dukungan relawan, yaitu:
1. Relawan Kampanye

2. Relawan Penggalangan Buku

3. Relawan Penghubung Daerah

Kamu bisa memilih satu di antara ketiga pos ini. Bisa menyesuaikan dengan minatmu, pengalaman atau malah sesuai misi terpendammu. Daftar di bit.ly/RelawanAksara.

Temukan juga serunya berjejaring dengan kawan-kawan baru yang punya visi sama atau malah teman yang sehobi. Kamu pun bisa memanfaatkan akses untuk mengenal lebih banyak tentang Sumatera Utara, dinamika masyarakat dan autentik lebih dari sekadar kata televisi, kata buku atau kata temanmu yang suka membawa oleh-oleh Bolu Meranti.

Sumatera Utara punya banyak seluk beluk menarik dan selayaknya daerah lain di Indonesia yang juga punya keunikan, ada ratusan anak yang haus ilmu yang menantikan dukungan kakak-kakak sebangsanya. Bisa jadi kamu adalah satu dari seribu. Dan merasa lelah bekerja sendiri. Bagaimana kalau kita bekerja bersama-sama. Katanya, hanya satu persen dari sebuah kelompok masyarakat yang mau terlibat untuk menjadi solusi bagi sekitarnya. Apakah itu kamu?

Yok bagikan!