Langkah Kecil Samosir Berubah

Perubahan; Dimulai dari yang Sederhana

Pendahuluan

Sebagai bangsa yang besar, masih banyak hal yang harus dibenahi di Indonesia. Salah satunya adalah pendidikan. Sebagaimana kita ketahui, dunia pendidikan di Indonesia selalu mengalami perkembangan dan perubahan dengan harapan agar menjadi lebih baik. Salah satu perubahan tersebut adalah tata cara penerimaan mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2013 menjadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) yaitu jalur penjaringan prestasi akademik dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yaitu melalui jalur ujian tertulis.[1]

Dalam menghadapi SNMPTN dan SBMPTN seringkali yang menjadi penyebab gagalnya seorang siswa bukan karena secara pemahaman ilmu lebih sedikit, namun secara mental, strategi, serta pengetahuan tentang informasi tata cara seleksi penerimaan yang minim. Ini merupakan kenyataan yang tak dapat dipungkiri mengingat kelengkapan prasarana pendidikan dan akses terhadap informasi seleksi tersebut belum merata, meskipun pemerintah telah melakukan berbagai sosialisasi terkait perubahan ini.

Akses dan Informasi

Indikator penilaian yang digunakan dalam SNMPTN adalah akumulasi dari nilai rapor, Ujian Nasional, serta prestasi akademik lainnya yang dimiliki oleh siswa. Namun, sebelumnya siswa tersebut harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan datanya terdaftar pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).[2] Setelah itu, barulah seorang siswa dapat memilih jurusan dan PTN yang diminatinya. Akan tetapi, bagaimana mungkin kita membicarakan tingkat kelulusan, sementara siswa dan pihak sekolahnya tidak mengetahui adanya perubahan mekanisme penerimaan mahasiswa baru tersebut? Setidaknya pengalaman Samosir Berubah[3] dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi ujian masuk PTN di Kabupaten Samosir dapat memberikan gambaran atas hal tersebut.

Hal pertama adalah akses dan informasi tentang penyelenggaraan SNMPTN. Kabupaten Samosir terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan, dengan 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan 13 SMA/SMK swasta.[4] Masing-masing sekolah ini memiliki kelengkapan dan kelayakan fasilitas yang berbeda. Dengan demikian, setiap sekolah memiliki akses yang tidak sama pula terhadap informasi penerimaan mahasiswa baru. Ketika Samosir Berubah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi ke sekolah-sekolah tersebut pada tahun 2012, hampir seluruh peserta menyatakan tidak mengetahui adanya perubahan mekanisme penerimaan mahasiswa baru pada 2013, menjadi SNMPTN dan SBMPTN.[5]

Dengan fasilitas seadanya dan ruang kelas yang terlalu padat, para siswa tetap bersungguh-sungguh mengerjakan soal Simulasi.

Bahkan, pada saat pelaksanaan kegiatan Simulasi beberapa kepala sekolah meminta panitia untuk menjelaskan dan membantu proses pendaftaran Sekolah serta mengisi data siswa di PDSS. Sementara pada saat itu telah mendekati tenggat waktu penutupan pengisisan PDSS. Ketidaktahuan pihak sekolah tentang mekanisme pendaftaran SNMPTN ini sangat mempengaruhi tingkat keikutsertaan siswa/i pada ujian SNMPTN—yang pada akhirnya berpengaruh pada tingkat kelulusan siswa pada universitas yang dituju.

Siswa/i (yang sekolahnya tidak terdaftar pada PDSS) bisa mengalami ketidakadilan dan ketidakberuntungan karena hilangnya kesempatan untuk mengikuti SNMPTN. Sebenarnya, berbagai permasalahan terkait pendaftaran SNMPTN ini dapat diminimalisasi seandainya sekolah aktif mencari informasi di internet, terutama pada laman snmptn.ac.id yang menyediakan informasi lengkap seputar SNMPTN 2013.

Kedua adalah mengenai pengetahuan siswa tentang tata cara pengerjaan soal pada jalur ujian tertulis SBMPTN. Sebagaimana kita ketahui dalam soal SBMPTN terdapat berbagai tipe soal dan cara pengerjaannya pun berbeda. Seperti soal berbentuk pilihan 1, 2, 3, 4 dan tipe soal sebab akibat. Ketika menyelenggarakan simulasi SBMPTN, tak sedikit siswa menyatakan bahwa soal tidak lengkap karena tidak mencantumkan pilihan jawaban. Kemudian Panitia melihat soal yang dimaksud adalah tipe soal sebab akibat yang memang tidak disediakan pilihan jawaban A, B, C, D, dan E. Peserta cukup menganalisa dua pernyataan yang disediakan. Apabila pernyataan I benar, pernyataan II benar, dan kedua pernyataan memiliki keterkaitan sebab-akibat, maka jawabannya adalah A, dst. Meskipun terdapat instruksi cara pengerjaan pada lembaran soal, siswa masih sering mengemukakan pertanyaan tersebut. Hal ini dikarenakan siswa tidak terbiasa menghadapi bentuk soal SBMPTN. Seharusnya, hal seperti ini bukan bahasan utama ketika ketika menghadapi persaingan di panggung ujian SBMPTN.

Pengerjaan Simulasi terhenti sementara untuk menjelaskan tipe soal SBMPTN dan cara menjawabnya karena banyaknya siswa/i yang belum memahami hal tersebut

Ketika siswa/i di perkotaan sedang mengasah kecepatan dan strategi dalam mengerjakan soal SBMPTN, siswa/i  di Pulau yang berada di tengah Danau Toba ini sedang menghadapi dua hal paling mendasar tadi. Mungkin terlihat sepele, namun terkadang menjadi penentu apakah seorang siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak.  Satu hal yang tak bisa dipungkiri bahwa dengan kondisi demikian pun, siswa yang berasal dari Samosir mampu bersaing masuk PTN terbaik dan juga berprestasi di negeri ini. Asumsi awal, setidaknya secara kemampuan kita dapat bersaing dengan siswa/i yang prasarana pendidikan dan akses informasinya lebih baik.

Sebenarnya keadaan ini tidak hanya pada tahun 2012 saja, pada tahun-tahun sebelumnya juga terjadi hal yang sama. Salah satu alasannya adalah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki hal tersebut? Sekedar mencari pihak untuk disalahkan tentu tidaklah sulit. Beberapa pemuda yang berasal dari Samosir menyikapi hal ini dengan cara yang berbeda, yaitu membentuk Samosir Berubah.

logo samosir berubah

Tugas Bersama

Berangkat dari pengalaman dan pemahaman kondisi Kabupaten Samosir yang terbatas dalam berbagai hal, khususnya akses informasi pendidikan –  beberapa mahasiswa yang berasal dari Samosir menggagas pembentukan Samosir Berubah . Ide utamanya adalah bahwa setiap orang bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik, dan perubahan yang dilakukan bersama-sama tentu akan lebih besar dampaknya. Khusus untuk Samosir, fokus utamanya pada saat itu adalah mengenai akses informasi terhadap seleksi penerimaan PTN dan metode pengerjaan soal-soal seleksi.

Ide perubahan tersebut diwujudkan melalui kegiatan dan program kerja Samosir Berubah di bidang pendidikan yang salah satunya adalah Sosialisasi dan Simulasi Penerimaan Mahasiswa Baru PTN ke seluruh SMA/K di Kabupaten Samosir. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008 hingga 2013 yang ditindaklanjuti dengan menjembatani siswa/i dalam sebuah grup tanya jawab seputar pendidikan pada media sosial. Adapun sumber dana kegiatan yang diselenggarakan oleh Samosir Berubah ini adalah hasil penyebaran proposal kepada orang-orang yang peduli akan pendidikan di Samosir, penjualan baju peduli pendidikan Samosir, melalui penyediaan jasa catering makan siang, mengamen dan sebagainya. Dari kegiatan Sosialisasi dan Simulai tersebut diharapkan para siswa mengetahui tata cara penerimaan mahasiswa baru serta latihan pengerjaan soal seleksi. Mungkin terlihat sederhana, namun sangat berarti bagi adik-adik kita di Samosir.

8
Selain penyebaran proposal, kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan oleh Relawan Samosir Berubah adalah melalui penjualan kaos peduli pendidikan Samosir, mengamen, dan catering makan siang.

Berdasarkan data yang dirilis oleh media lokal Samosir[6], pada tahun 2013 terdapat 355 siswa lulus ke bangku PTN dari SMA/K yang terdapat di Kabupaten Samosir. Hal ini merupakan sebuah peningkatan dan belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Tentu ini merupakan hasil upaya bersama semua pihak, yaitu orang tua, guru, sekolah, siswa, pemerintah setempat, dan semua orang yang peduli akan pendidikan di Samosir. Besar harapan bahwa jumlah tersebut dapat meningkat pada tahun berikutnya.

Untuk melakukan perubahan seperti hal di atas, terkadang yang diperlukan adalah kepedulian serta ide sederhana yang konkret. Seperti memastikan siswa-siswi memperoleh info yang memadai tentang seleksi penerimaan mahasiswa baru, memastikan pihak sekolah memahami perubahan mekanisme seleksi dan mengisi data PDSS pada batas waktu yang ditentukan, dan sebagainya. Disamping itu, agar manfaat dari setiap pelaksanaan kegiatan tersebut lebih optimal, tentu masih banyak hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki kedepannya. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita bersama.

Penutup

Para relawan Samosir Berubah menyadari bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dalam pembukaan Konstitusi kita adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Sehingga, pendidikan sebagai salah satu upaya untuk membangun peradaban bangsa seharusnya dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat, termasuk juga informasi yang memadai mengenai hal tersebut.

Saat ini, Samosir dan banyak daerah di seluruh Indonesia masih menunggu perubahan-perubahan yang akan dilakukan oleh putra-putri daerahnya. Kita tidak pernah mengetahui ide perubahan tersebut terperangkap dalam kepala anak- anak yang terjebak mekanisme penerimaan mahasiswa baru, atau siswa yang tidak paham mengenai tipe soal SBMPTN. Kita tidak akan pernah tahu kalau mereka tidak diberikan kesempatan untuk membuktikannya, salah satunya adalah memberikan akses informasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Foto:

  1. Sumber: Dok Samosir Berubah
  2. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Peta_samosir.gif
  3. Sumber: Dokumentasi Panitia Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi tahun 2102 (Samosir Berubah).

 

[1] snmptn.ac.id

[2] Ibid.,

[3] Samosir Berubah adalah wadah untuk  orang-orang yang peduli Samosir(http://samosirberubah.wordpress.com/

[4] http://samosir.siap.web.id/data-sekolah/data-daftar/, website resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, diakses pada 12 Oktober 2014, pukul 6:18 wib.

[5] Hal ini diketahui ketika melaksanakan Sosialisasi perubahan mekanisme penerimaan mahasiswa baru dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri oleh Samosir Berubah pada tahun 2012.

[6] http://samosirgreen.com/index.php/wisata/item/577-belum-pernah-sebelumnya-355-siswa-samosir-lulus-ptn-tahun-2013 , diakses pada 12 Oktober 2014, pukul 07. 12 wib.

 

Yok bagikan!

Be the first to comment

Bagaimana pendapatmu?